• Jumat, 20 Mei 2022

Riset FKM UI, Orang Belum Kawin Lebih Rendah Resiko Terpapar Corona

- Kamis, 15 Juli 2021 | 10:59 WIB
Orang Belum Kawin Lebih Rendah Resiko Terpapar Corona
Orang Belum Kawin Lebih Rendah Resiko Terpapar Corona

Jatengpost.com - Melonjaknya angka positif COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia menarik perhatian publik. Tidak sedikit yang melakukan riset terhadap lonjakan kasus baru virus corona. Belum lama ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan survei terkait pandemi COVID-19 di DKI Jakarta. Dari survei tersebut, hampir separuh warga Jakarta pernah terpapar virus corona. Pakar Epidemiologi FKM UI, Pandu Riono mengatakan, setidaknya ada 44,5 persen penduduk Jakarta pernah atau sedang terkena corona. Artinya, jika warga Jakarta saat ini berjumlah 4.717.000 orang, maka 10.600.000 orang pernah atau sedang terpapar corona. Sayangnya, dari jumlah estimasi warga yang pernah terinfeksi, hanya 8,1 persen yang terkonfirmasi. Sedangkan sebagian besar yang pernah terinfeksi, tidak terdeteksi. Kelompok yang tidak terdeteksi dan terdeteksi ini sebagian besar tidak pernah merasakan gejala. “Kekebalan komunal di Jakarta akan lebih sulit tercapai karena Jakarta adalah kota terbuka dengan mobilitas intra dan antarwilayah yang tinggi. Konsekuensinya, semua penduduk yang beraktivitas di Jakarta, baik warga Jakarta maupun pendatang, harus memiliki kekebalan yang dapat mengatasi semua varian virus,” kata Pandu kepada wartawan, Sabtu (10/7).

Orang belum kawin paling sedikit terpapar COVID-19

Sementara itu, menurut Pandu, warga yang paling banyak terpapar corona berusia 30-49 tahun. Sementara dari jenis kelamin, wanita lebih tinggi beresiko terpapar dengan angka 47,9 persen. Sementara itu, kelompok orang yang belum kawin ternyata lebih rendah resiko terpapar corona dengan angka 39,8 persen. “Penduduk di wilayah padat penduduk lebih rentan terinfeksi Covid-19 (48,4 persen). Semakin meningkat indeks massa tubuh, semakin banyak juga yang terinfeksi, dalam hal ini kelebihan berat badan (52,9 persen) dan obesitas (51,6 persen). Orang dengan kadar gula darah tinggi juga lebih berisiko,” jelasnya. Sebagai informasi, riset FKM UI ini merupakan survei berbasis populasi. Survei menerapkan metode stratified multistage sampling design. Pengumpulan data dan spesimen dilakukan pada rentang waktu 15-31 Maret 2021. Adapun sampel yang diambil sebanyak 4.919 orang di 100 kelurahan yang tersebar di 6 kota/kabupaten di seluruh Jakarta.

Editor: Sekar Ayu

Tags

Terkini

Keren! Muktamar NU 2021 akan Bahas Tiga Isu ini

Minggu, 5 Desember 2021 | 08:32 WIB
X