• Kamis, 8 Desember 2022

Bacakan Eksepsi Kuat Ma'ruf, Kuasa Hukum Nilai Jaksa Tak Cermat: Minta Hakim Batalkan Dakwaan Demi Hukum

- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:46 WIB
kuat ma'ruf ajukan eksepsi
kuat ma'ruf ajukan eksepsi

Jatengpost.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa sopir Ferdy Sambo yang terlibat dalam pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Ma'ruf, pada Senin (17/10). Kuat Ma'ruf didakwa karena melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Jaksa mengungkapkan adanya pemberian uang kepada Kuat Ma'ruf oleh Ferdy Sambo setelah pembunuhan terhadap Brigadir J. Pemberian uang itu dilakukan pada tanggal 10 Juli 2022 oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di ruang kerja Ferdy Sambo di Saguling III, Jakarta Selatan.

"Terdakwa Ferdy Sambo memanggil saksi Ricky Rizal Wibowo, saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu, dan saksi Kuat Ma'ruf untuk naik ke lantai 2, kemudian secara bersamaan saksi Richard, Ricky dan Kuat naik ke lantai 2 untuk menemui terdakwa Ferdy Sambo yang saat itu sedang bersama saksi Putri Candrawathi. Terdakwa Ferdy Sambo memberikan amplop warna putih yang berisikan mata uang asing (Dollar) kepada saksi Ricky Rizal Wibowo dan saksi Kuat Ma'ruf dengan nilainya masing-masing setara dengan Rp500.000.000,00 (Rp500 juta)," jelas jaksa.

Baca Juga: Kena Semprot Media Inggris, Presiden FIFA dan Ketua Umum PSSI Dinilai Tuli dan Tidak Peka

 

 

Tak terima dengan dakwaan jaksa, tim kuasa hukum Kuat Maruf mengajukan eksepsi. Kuasa hukum menilai dakwaan jaksa tidak cermat, kabur, dan cacat hukum. Dalam sidang pembacaan eksepsi di PN Jaksel pada Kamis (20/10), tim kuasa hukum membeberkan kronologi kejadian di Magelang.

Kuasa hukum Kuat, Irwan menjelaskan pada 7 Juli 2-22 di rumah Magelang sekitar sore hari menjelang magrib saat terdakwa berada di teras rumah. Saat itu, Kuat melihat Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang keluar dari Kamar Putri Candrawakti. Dengan mengendap-endap Brigadi J turun dari tangga.

"Terdakwa melihat, dari kamar pintu saksi Putri Candrawathi, korban Nopriansyah Yosua Hutabarat diduga setelah melakukan perbuatan kekerasan seksual kepada Saksi Putri Candrawathi mengendap-endap menuruni tangga, menengok kanan kiri," jelas Irwan.

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X