• Kamis, 8 Desember 2022

Tak Terima Diroasting Comika, Anggota DPR Hillary Lasut Polisikan Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 03:53 WIB
Mamat alkatiri dipolisikan karena roasting
Mamat alkatiri dipolisikan karena roasting

Jatengpost.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem, Hillary Brigitta Lasut mempolisikan Standup comedian, Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilayangkannya setelah dirinya diroasting dalam acara diskusi di kanal YouTube total politik. Anggota DPR termuda itu melaporkan Mamat Alkatiri dengan tuduhan pencemaran nama baik

"Pencemaran nama baik Pasal 310 KUHP," demikian dikutip dari foto surat tanda terima laporan kepolisian yang diunggah Brigitta di akun Instagramnya @hillarybrigitta, Selasa (4/10/2022).

Baca Juga: Hilang Semangat Usai Tragedi Kanjuruhan, Valen Jebret Putuskan Mundur Sebagai Komentator Liga 1

Laporan tersebut dibuat pada, Senin (3/10) kemarin di Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut tertulis Brigitta sebagai korban.

Melalui unggahan foto instagramnya, Brigitta menyayangkan penggunaan kata kasar dalam materi roasting yang disampaikan Mamat Alkatiri.

Dia mengatakan penggunaan kata kasar tidak pas untuk digunakan sebagai kritik. Menurutnya, penggunaan kata kasar lebih tepat termasuk bully atau pelecehan verbal. Berikut isi tulisan yang Brigitta yang diunggah di foto instagramnya.

Baca Juga: Kejam! ! Polisi Ungkap Keadaan Lesti, Lebam di Bagian Tangan Hingga Kaki Usai Dibanting Billar 

"Yang bilang an***g dan t*i bukan penghinaan coba aja kalo dia ngomong begini ke ibu atau anak kalian ???? memang pejabat publik boleh di kritik. Tapi setau saya di Indonesia mau dia pejabat publik mau dia pembantu rumah tangga, tetap tidak boleh di bully apalagi di maki. Gausah bawa-bawa saya pejabat publik harus siap di kritik deh. T*i dan go***k bukan kritik. Itu bully dan verbal harrasment," tulis Brigitta.

Seolah-olah martabatnya dilecehkan, Brigitta menambahkan, baik pejabat publik, pembantu rumah tangga, atau siapa pun warga negara mempunyai hak untuk dilindungi harkat martabatnya dari kekerasan verbal.

"Saya tidak tau orang tuanya atau gurunya pak Mamat mungkin mengajarkan kata t*i dan go***k sebagai jenis kritik yang bisa kita sampaikan kepada semua orang dan tetap dianggap bukan penghinaan atau mungkin t*i dan go***k diajarkan sebagai kritik yang berfaedah," tulisnya lagi.

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tegas! Ganjar Nyatakan Siap Maju Jadi Capres 2024

Rabu, 19 Oktober 2022 | 18:51 WIB

Terpopuler

X