• Kamis, 8 Desember 2022

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, YLBHI Sebut Aparat Tak Sesuai Prosedur: Negara Harus Bertanggung Jawab!!

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:23 WIB
Sumber: unggahan foto instagram YLBHI
Sumber: unggahan foto instagram YLBHI

Jatengpost.com - Korban jiwa tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang teru bertambah. Tragedi tersebut terjadi usai pertandingan Derby Jatim yang mempertemukan Arema Fc melawan Persebaya Surabaya, pada Sabtu (1/10).

Menurut informasi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), korban yang semula berjumlah 127, kini bertambah menjadi 153 nyawa melayang.

Melalui unggahan foto di akun Instagramnya, YLBHI menyampai bela sungkawa atas jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka-luka ats peristiwa tersebut.

Baca Juga: Bonek Tak Diizinkan Datang ke Venue, PSSI Akui Tak Prediksi Tragedi Kanjuruhan Terjadi

"Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan yang terjadi setelah selesainya laga pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022," tulis YLBHI di akun Instagramnya.

YLBHI menilai adanya excessive use force atau penggunaan kekuatan yang berlebihan dari aparat keamanan. Menurut YLBHI, penggunaan gas air mata yang tidak sesuai prosedur, menyebabkan banyaknya korban berjatuhan. 

"Kami menduga bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use force) melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur menjadi penyebab banyaknya korban jiwa yang berjatuhan," seperti dikutip dari keterangan tertulis di akun Instagram YLBHI

Baca Juga: Update Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Jadi 130 Korban, Jokowi: Hentikan Liga 1

Penggunaan Gas Air mata yang tidak sesuai dengan Prosedur pengendalian massa mengakibatkan suporter di tribun berdesak-desakan mencari pintu keluar, sesak nafas, pingsan dan saling bertabrakan.

YLBHI juga berpendapat, akibat kelebihan kapasitas stadion, semua pihak yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan. 

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X