• Kamis, 8 Desember 2022

Fifa Jelas Melarang Penggunaan Gas Pengendali Massa, Polisi Tanpa Beban Lempar Gas Air Mata ke Arah Tribun

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:07 WIB
Polisi lempar gas air mata ke arah tribun
Polisi lempar gas air mata ke arah tribun

Jatengpost.com - Duel antara Persebaya Surabaya lawan Arema FC pada, Sabtu (1/10) meninggalkan kabar duka usai ratusan suporter Aremania dikabarkan meninggal dunia karena tembakan gas air mata. 

Diketahui suporter taun rumah yang tidak puas dengan hasil pertandingan, berhamburan ke arah lapangan. Pihak keamanan yang melihat kericuhan ini nampaknya beraksi berlebihan. 

Aparta represif memukuli suporter

Alih-alih mengamankan sesuai regulasi fifa tentang keamanan di lapangan, pihak keamanan justru melemparkan gas air mata ke arah kerumunan suporter yang di mana hal tersebut dilarang oleh fifa. 

Baca Juga: Liga 1 2022-2023 Resmi Dihentikan Sementara Buntut Kericuhan Suporter Laga Arema FC vs Persebaya

Fifa melarang penggunaan gas air mata atau gas pengendali massa digunakan sat pertandingan. Fifa melarang hal tersebut tertuang dalam Regulasi Fifa soal Keselamatan dan Keamanan Stadion. 

Ironis, pihak kepolisian yang sudah mengetahui regulasi tersebut setidaknya sejak 3 tahun lalu, tidak mengindahkannya. Hal tersebut semestinya dapat dipegang penuh PSSI, penyelenggara kompetisi, klub hingga panitia penyelenggara.

Kondisi tribun setelah dilempar gas air mata. Salah satu penyebab ratusan suporter meninggal dunia

Polisi yang bertugas mengamankan pertandingan Arema vs Persebaya menembakkan gas air mata ke tribune penonton guna menenangkan suporter yang marah setelah Singo Edan dibekuk Bajul Ijo, 2-3.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kericuhan Suporter dalam Laga Arema vs Persebaya, Ternyata Karena Hal Ini...

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X