• Selasa, 4 Oktober 2022

Komnas Perempuan Ngotot Lindungi Putri Candrawati Sebagai Korban Pelecehan, LPSK Beberkan Banyak Kejanggalan

- Senin, 5 September 2022 | 22:19 WIB
Komnas Perempuan Ngotot Lindungi Putri Candrawati Sebagai Korban Pelecehan, LPSK Beberkan Banyak Kejanggalan
Komnas Perempuan Ngotot Lindungi Putri Candrawati Sebagai Korban Pelecehan, LPSK Beberkan Banyak Kejanggalan

Jatengpost.com - Sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J pada Jumat (19/8) lalu, hingga saat ini Putri Candrawati (PC) sama sekali belum ditahan.

Diketahui sejak drama penyidikan pembunuhan Brigadir dimulai, banyak pihak yang melindungi PC sebagai tersangka dengan dalih kemanusiaan. Mulai dari Kak Seto hingga Komnas Perempuan, masing-masing ngotot memperjuangkan kebebasan PC agar tidak masuk bui.

Terakhir, Komnas Perempuan meminta publik untuk tidak menyamakan status PC dengan tersangka perempuan lain yang masuk pintu sel penjara. Bahkan, mengutip dari Tempo, dari hasil investigasi Fadil Imran diduga memerintahkan Wakil Direktur Resers Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Jerry Raymond siagian untuk menggalang opini publik melalui beberapa LSM perempuan untuk memberikan perlindungan kepada PC sebagai korban pelecehan seksual.

Baca Juga: Ironi! Harga Minyak Dunia Turun, Jokowi Justru Menaikan Harga BBM

Setelah isu pelecehan yang mengarah ke korban alias Brigadir J kembali mencuat, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menemukan beberapa kejanggalan. Wakil Ketua LPSK, Edwin Pantogi menyebutkan, salah satu kejanggalan tersebut adalah TKP yang merupakan rumah terduga korban kekerasan seksual.

Menurutnya, tempat yang dituduhkan sebagai TKP terjadinya kekerasan seksual merupakan rumah terduga korban kekerasan seksual. Hal tersebut menjadi sebuah kejanggalan sebab Brigadir J tidak memiliki kuasa di tempat tersebut. Sebaliknya, Edwin menyebut tempat tersebut justru dalam penguasaan PC sebagai pemilik rumah.

"Kami hanya menyampaikan temuan kami saja, termasuk apakah dugaan kekerasan seksual di Magelang relevan atau tidak. Pertama peristiwa yang di magelang itu kan TKP-nya adalah rumah PC, jadi itu bukan TKP, itu bukan dalam penguasaan Yosua tapi dalam penguasaan PC sebagai pemilik rumah. Artinya itu satu hal yang membuat kita ragu, nekat banget si almarhum Yosua kalau melakukan itu di rumah korban," jelas Edwin pada Senin, (5/9) saat dihubungi.

Baca Juga: Bertandang ke Old Trafford! Apapun Hasil Laga Melawan Setan Merah, Arsenal Tetap Kokoh di Puncak Klasemen

Kejanggalan lainnya, masih menurut Edwin dalam peristiwa yang dituduhkan tersebut tidak tergambarkan relasi kuasa yang dimiliki Brigadir J. Sebab Brigadir J sendiri merupakan ADC sekaligus supir pribadi PC yang notabene sebagai atasan Brigadir J.

Kemudian kejanggalan selanjutnya sebagai orang yang memiliki niat jahat, biasanya pelaku akan memastikan tidak ada saksi sebelum melancarkan aksinya. Sementara di TKP masih ada anak buah PC yang lainnya. Artinya, jika peristiwa tersebut terjadi dan adanya perlawanan dari terduga korban, otomatis anak buah PC yang lain kemungkinan akan mengetahui hal tersebut.

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X