• Selasa, 4 Oktober 2022

Ironi! Harga Minyak Dunia Turun, Jokowi Justru Menaikan Harga BBM

- Minggu, 4 September 2022 | 22:31 WIB
ilustrasi kenaikan bbm
ilustrasi kenaikan bbm

Jatengpost.com - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga BBM, baik bersubsisdi maupun non subsidi pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 siang kemarin.

pengumuman kenaikan harga BBM kemarin justru bertepatan dengan dengan turunnya harga minyak dunia. Sebelumnya, harga minyak Brent yang jadi patokan global memng berfluktuasi, bahkan sempat berada di atas 100 dollar AS perbarel. Namun kini sudah turun di kisaran 90 dollar per barel.

Penurunan harga minyak dunia, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Arifin Tasrif tidak menjadi patokan dalam menentukan kebijakan kenaikan BBM dalam jangku waktu yang panjang. Arifin beralasan, sebab harga minyak dunia memang selalu naik turun setiap hari.

Baca Juga: Bertandang ke Old Trafford! Apapun Hasil Laga Melawan Setan Merah, Arsenal Tetap Kokoh di Puncak Klasemen

"Harga minyak memang turun naik tiap hari jadi memang tidak bisa dijadikan patokan untuk jangka panjang mengenai ketepatan alokasi subsidi ini (kebijakan BBM naik)," alasan Arifin dikutip dari Antara, Minggu (4/9).

Selain itu, menurut Arifin BBM bersubsidi sepeti pertalite dan solar bersubsidi cenderung tidak tepat sasaran, pasalanya lebih banyak masyarakat kelas ekonomi mampu yang menggunakan.

"Tadi disampaikan oleh Ibu Menkeu bahwa banyak dari masyarakat yang masih menggunakan BBM subsidi meskipun tergolong mampu. Ini tentu saja di lapangan sudah dilakukan akan dilakukan pengawasan-pengawasan," sambung Arifin.

Baca Juga: BBM Naik, Puluhan Ribu Buruh Akan Gelar Unjuk Rasa di 33 Provinsi

Arifin menejlaskan, Pertamina sedang menyiapkan sistem pengawasan peraturan agar distribusi BBm bersubsidi bisa tepat sasaran. Tujuannya agar konsumsi BBM bersubsidi bisa ditekan dan membatasi kalangan masyarakat kelas mampu mengakses BBM tersebut.

"Pertamina sedang menyiapkan sistem pengawasan pengaturan dengan digitalisasi. Diharapkan dengan metode ini, mekanisme ini kita bisa lebih mempertajam ketepatan pemanfaatan BBM subsidi ini untuk yang membutuhkan," jelas Arifin.

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X