• Selasa, 28 Juni 2022

Bendum PBNU Tersandung Kasus Korupsi, PWNU Jatim: Kurang Tepat PBNU Beri Bantuan Hukum

- Selasa, 21 Juni 2022 | 23:16 WIB
Bendum PBNU Tersandung Kasus Korupsi, PWNU Jatim: Kurang Tepat PBNU Beri Bantuan Hukum
Bendum PBNU Tersandung Kasus Korupsi, PWNU Jatim: Kurang Tepat PBNU Beri Bantuan Hukum

Jatengpost.com – Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mardani H Maming ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Mardani diperiksa KPK terkait dengan perkara izin pertambangan di kabupaten Tanah Bambu. Karena hal tersebut, Mardani dilarang ke luar negeri selama enam bulan sejak 16 Juni hingga 16 Desember 2022.

Setelah kader partai PDIP tersebut resmi ditetapkan sebagai tersengka dugaan kasus korupsi, Ketua Umum (Ketum) PBNU, KH. Yahya Cholil Yaqut atau akrab disapa Gus Yahya mengaku masih belum melakukan komunikasi dengan Mardani. Melalui konferensi pers, Gus Yahya memastikan akan mendampingi Mardani dengan memberikan pendampingan hukum dari PBNU.

Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menilai bantuan hukum yang ditujukan kepada Mardani yang merupakan tersangka kasus korupsi merupakan hal yang kurang tepat. Wakil ketua PWNU Jatim, Abdussalam Shohib mengatakan, meskipun Mardani merupakan Bendum PBNU, namun menurutnya permasalahan kasus korupsi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan NU.

Baca Juga: Khilafatul Muslimin Bangun Sistem Pendidikan Gratis, Peserta Didik tak Wajib Taati Pemerintah

"Kurang tepat kalau PBNU memberikan bantuan hukum, Karena persoalan yang terkait Mardani ini tidak ada kaitannya dengan PBNU. Kurang tepat kalau PBNU memberikan bantuan hukum," ungkapnya pada wartawan, Selasa (21/6).

Pria yang akrab disapa Gus Salam itu menyayangkan Mardani yang menjabat sebagai Bendum PBNU harus tersandung kasus korupsi. Menurutnya, hal tersebut menjadi ironi karena sebentar lagi NU akan melaksanakan kick of satu abad. Gus Salam juga meminta PBNU untuk melakukan peninjauan kembali kader yang akan dijadikan pengurus structural agar kasus serupa tidak terjadi.

"Sungguh ironis, Di Saat PBNU melaksanakan kick off satu abad, diberi hadiah yang menyesakkan kita semua dengan dicekalnya Bendum yang mengarah ke tersangka (kasus korupsi), Ini momentum PBNU untuk muhasabah dan bersih-bersih di internal supaya tidak terulang. Jangan sampai di usia satu abad dikenang dengan sesuatu yang negatif," tegas Gus Salam.

Baca Juga: Memiliki 14 Ribu Anggota, Kepengurusan Khilafatul Muslimin Didominasi Mantan Napiter

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X