• Jumat, 30 September 2022

Operasi Patuh Jaya Resmi Dimulai Hari ini, Korlantas Polri Sasar 8 Tindakan Pelanggaran

- Senin, 13 Juni 2022 | 19:33 WIB
Operasi Patuh Jaya Resmi Dimulai Hari ini, Korlantas Polri Sasar 8 Tindakan Pelanggaran
Operasi Patuh Jaya Resmi Dimulai Hari ini, Korlantas Polri Sasar 8 Tindakan Pelanggaran

Jatengpost.com Operasi Patuh Jaya 2022 resmi digelar mulai hari ini, Senin (13/6). Pada operasi Patuh jaya tahun ini, ada delapan sasaran penindakan yang menjadi prioritas.

Kakorlantas Polri, Pol Firman Shantyabudi menyebut selama operasi patuh jaya berlangsung, tidak akan ada tilang di tempat. Menurutnya, operasi yang akan berlangsung selama 14 hari mulai dari tanggal 13-26 Juni itu akan melakukan Tindakan Pre-emtif, preventif, dan penegakan hukum dengan du acara, yakni tilang elektronik (ETLE) serta dengan penindakan peneguran.

"Bahwa kita tidak menitikberatkan kepada operasi yang dilaksanakan secara stasioner di Jalan maupun mengejar target, menangkap tanda kutip, melakukan penindakan kepada para pelanggar sebanyak-banyaknya, tidak. Kita akan dieksistensi pada kegiatan operasi tahun ini dengan menggunakan teknologi E-TLE," kata Firman di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Operasi Patuh Candi 2020, Catat Tanggal dan Sasarannya Jangan Sampai Kena Tilang

Firman menambahkan, operasi ini akan menitikberatkan pada kegiatan edukasi dan juga preventif. Lebih lanjut, menurutnya operasi ini digelar untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada para pengguna jalan.

"Jadi kepada seluruh jajaran yang melaksanakan kegiatan operasi ini, kita menitikberatkan pada kegiatan edukasi dan preventif, kegiatan penegakan hukum akan kita laksanakan melalui kegiatan elektronik dan kegiatan teguran simpatik selama melakukan operasi di lapangan. Tujuan utama operasi patuh yang dilakukan tahun 2022 ini adalah untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan kita tidak ingin terjadi aset aset bangsa harus kehilangan nyawa di tengah jalan," tambahnya.

Berikut delapan sasaran penindakan yang menjadi prioritas dalam operasi patuh jaya 2022:

Baca Juga: Cegah Omicron Varian BA.4 dan BA.5, Jokowi Minta Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Vaksin Booster

  1. Melawan arus. Perbuatan melawan arus melanggar Pasal 287 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan ancaman sanksi denda maksimal Rp 500 ribu.
  2. Knalpot bising atau tidak sesuai standar. Dijerat dengan Pasal 285 ayat (1) juncto Pasal 106 ayat (3) UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.
  3. Kendaraan memakai rotator tidak sesuai peruntukan khususnya pelat hitam. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 287 ayat (4) UU LLAJ dengan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.
  4. Balap liar dan kebut-kebutan. Aksi balap liar akan dijerat dengan pasal 297 juncto Pasal 115 huruf b UU LLAJ dengan sanksi kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda maksimal Rp 3 juta.
  5. Menggunakan HP saat berkendara. Penggunaan ponsel saat berkendara dikenai Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu
  6. Tidak menggunakan helm SNI. Dikenai Pasal 291 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.
  7. Tidak memakai sabuk pengaman. Pengemudi kendaraan roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara dijerat Pasal 289 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu
  8. Berboncengan motor lebih dari 1 orang. Dikenai Pasal 292 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu.

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X