• Selasa, 28 Juni 2022

Update Kasus Pembuangan Mayat Dua Sejoli, Kolonel Priyanto Dipecat TNI dan Hukuman Penjara Seumur Hidup

- Selasa, 7 Juni 2022 | 20:24 WIB
Majelis Hukum Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhi vonis hukuman kurungan penjara seumur hidup kepada Kolonel Priyanto, Selasa (7/6) salah satu
Majelis Hukum Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhi vonis hukuman kurungan penjara seumur hidup kepada Kolonel Priyanto, Selasa (7/6) salah satu

Jatengpost.com – Majelis Hukum Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhi vonis hukuman kurungan penjara seumur hidup kepada Kolonel Priyanto, Selasa (7/6) salah satu pelaku pembuangan mayat sepasang pemuda bernama Handi dan Salsabila di Sungai Serayu Banyumas pada Desember 2021 lalu.

Priyanto dinyatakan bersalah melanggar pasal 340 KUHP, Pasal 333 KUJP, Pasal 333 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Priyanto terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana, merampas kemerdekaan serta menghilangkan mayat korban.

"Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara seumur hidup. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer. Menyatakan Terdakwa Kolonel Inf Priyanto secara hukum telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kesatu pembunuhan berencana dilakukan secara bersama sama sebagaimana dalam dakwaan primer dalam dakwaan kesatu primer," terang ketua Majelis Hakim Brigjen Faridah Faisal di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (7/12).

Baca Juga: KPK Mulai Geledah Kantor Wali Kota Yogyakarta, Ruang PTSP hingga Dinas PU jadi Sasaran

"Dan kedua, perampasan kemerdekaan orang lain yang dilakukan bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua dan, ketiga, menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematiannya yang dilakukan bersama-sama," lanjutnya.

Sebelum dibacakan vonis hukuman untuk Priyanto, diketahui penuntut umum dalam peradilan militer atau Oditur Militer, Kolonel Sus Wirdel Boy meyakini yang bersangkutan telah bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, penculikan dan menyembunyikan mayat.

"Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa mengadili perkara menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, penculikan, menyembunyikan mayat," ucap Wirdel saat membacakan tuntutan.

Baca Juga: Resmi Tanggalkan Status Duda, Deddy Corbuzier Nikahi Sabrina Chairunnisa

Diketahui pelaku, Kolonel Priyanto merupakan otak dari kejadian naas yang menimpa dua sejoli bernama Hendi dan Salsabila. Priyanto bersama kedua tersangka lainnya menabrak kedua pasangan pemuda tersebut.

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TNI, Aman 6 Warga China Tak Berpaspor di Papua

Rabu, 24 November 2021 | 13:02 WIB

Terpopuler

X