• Minggu, 23 Januari 2022

Sekda Jateng Sebut Ganjar Memutus Budaya Minta Setoran dari Bawahannya

- Jumat, 10 Desember 2021 | 08:21 WIB
Screenshot_20211209-231608_Gallery
Screenshot_20211209-231608_Gallery

Jatengpost- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berupaya keras mengubah perilaku koruptif di jajaran pejabat negara. Hal itu dimulai dari yang paling sering terjadi di kalangan pejabat yaitu "setoran untuk atasan". Logikanya jika seseorang diangkat menjadi sekretaris daerah misalnya, maka sudah seharusnya memberikan "feedback" berupa uang setoran kepada atasannya. Hal itulah yang sering menjadi penyebab seseorang melakukan korupsi. Menurut sekretaris daerah provinsi Jawa tengah Sumarno bahwa anti korupsi yang dilakukan Ganjar bukan sekedar informasi biasa saja. Melainkan sudah pada tataran perilaku. Ketika Ganjar Pranowo menjabat, hal pertama yang ia lakukan adalah menghapus budaya "setoran untuk atasan". Sebab jika diteruskan budaya tersebut maka korupsi akan terus ada di negeri ini. “Kalau pimpinan minta setoran lalu bawahan memberi setoran. Dia (bawahan) tak hanya cari untuk setoran, tapi juga akan mengambil untuk diri sendiri. Inilah yang jadi lebih parah,” urai Sumarno. Selain itu pengangkatan pejabat negara tidak dilakukan semata-mata karena kedekatan melainkan se-profesional apa kandidat calon pejabat negara tersebut. “Bukan lagi urut umur, urut kacang atau mendekat. Tapi bicara kompetensi dan profesionalitas. Pengalaman saya, kita tinggal mengikuti semua proses, hasilnya ditentukan oleh tim independen dan melibatkan KASN,” imbuh pria 51 tahun, yang menjadi ASN sejak 1992 itu. Langkah yang diambil Ganjar Pranowo tidak jauh dari tagline "Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi" untuk menjaga integritas anti korupsi. Dengan penghapusan budaya "setoran untuk atasan" di wilayah jajarannya adalah bukti nyata Ganjar Pranowo. Budaya "setoran untuk atasan" masih marak terjadi di banyak kalangan pejabat. Walau terlihat sepele seperti itu, namun dampaknya besar terhadap integritas seorang pemimpin sehingga harus dihentikan sedari sekarang. Ganjar tidak ingin minta setoran tetap berlanjut ketika ia menkabat “Revolusi besar yang dilakukan, Pak Ganjar adalah memberi contoh lebih dulu, bagaimana berintegritas tinggi. Dengan tidak meminta setoran seperti itu. pengaruhnya besar ke bawah. Dengan contoh terlebih dahulu, yang di bawah bisa ikuti,” ujar mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng itu.

Editor: Nandang

Terkini

X