• Selasa, 4 Oktober 2022

Wali Kota Semarang Minta Sekolah Mulai Mencicil Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

- Rabu, 10 Maret 2021 | 23:26 WIB
Wali Kota Semarang
Wali Kota Semarang

Jatengpost.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengingatkan kepada sekolah-sekolah untuk mulai melengkapi syarat Pembelajaran Tatap Muka (PTM). PTM yang rencana akan diselenggarakan pada, Juli 2021 mendatang. Adapun aturan yang akan diberlakukan oleh pemerintah daerah Semarang, bakal merujuk pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. “Pihak sekolah perlu melakukan persiapan PTM dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan para siswa,” kata Hendi, Selasa (9/3/2021). Adapun aturan yang mesti dipenuhi oleh sekolah yakni, vaksinasi, sarana prasarana, penerapan protokol kesehatan, dan sistem pembelajaran masing-masing sekolah. “Persiapan yang akan dilaksanakan Pemkot Semarang meliputi vaksinasi tenaga pendidik, baik negeri maupun swasta, yang saat ini telah rampung di tahap kedua,” ucap Hendi, Senin (8/3/2021). Tidak lupa, ia juga menekankan sekolah untuk menerapkan prosedur operasional standar (SOP) kesehatan, seperti memperbanyak watafel dan mengatur tata kelola kapasitas siswa. Hendi menegaskan, meskipun tenaga pendidik sudah divaksin, prokes harus tetap dijalankan dan dipatuhi. “Kemudian yang harus diatur adalah terkait pembatasan kapasitas ruang kelas. Kalau butuh ruang banyak bagaimana? Ya nanti kita lihat apakah bisa pagi, siang, atau satu hari masuk satu hari off, dan sebagainya,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang

Menanggapi rencana PTM itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan. Skema pembatasan kapasitas dalam rangka pesiapan PTM bergantung pada sekolah dan jumlah siswa di setiap kelas. “Baik skema ganjil genap, atau pagi siang, atau selang hari, nanti tetap disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kelas masing-masing. Yang jelas, implementasi pembelajaran tatap muka ini akan dilakukan secara bertahap dengan terus melakukan evaluasi,” jelas Gunawan. Adapun untuk vaksinasi, hanya dapat dilakukan oleh usia 18 tahun keatas, Untuk itu, kekuatan ada pada pendidik, sebab siswa-siswi belum memenuhi syarat untuk menerima vaksin. "Belum boleh siswanya (divaksin). Kekuatannya ada di para pendidik. Karena memang belum boleh, minimal 18 tahun," tutur Walkot Hendi. Tidak lupa, Hendi juga berpesan untuk orang tua wali tetap memberikan pengawasan. Hal ini bertujuan untuk mematangkan siswa pada PTM di tengah pandemi Covid-19. “Diharapkan para orang tua murid juga dapat mengedukasi putra dan putrinya,” tutup Hendi.

Editor: Sekar Ayu

Tags

Terkini

ASKOPIS Gelar KNKI IV dan Kongres IV di Yogyakarta

Selasa, 26 Juli 2022 | 17:14 WIB

Apa Itu Kapilaritas Pada Tumbuhan?

Kamis, 28 April 2022 | 14:18 WIB
X