• Selasa, 16 Agustus 2022

Sejak Senin, Serangan Israel Renggut Nyawa 34 Anak Palestina di Gaza

- Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:45 WIB
Idul Fitri Palestina
Idul Fitri Palestina

Jatengpost.com - Aksi Israel untuk melakukan bombardir berupa bom pada perhelatan salat tarawih, pada Senin 10 Mei 2021 terus membabi buta. Kementerian Kesehatan Palestina setidaknya mencatat dari aksi bombardir kepada warga palestin sejak Senin itu, hingga kini telah menewaskan 34 anak-anak. Adapun untuk jumlah korban rudal tersebut, usia termuda yakni bayi 5 bulan.

Kronologi Serangan Israel terhadap Palestina

Terhitung sejak serangan hari pertama yakni pada Senin, 10 Mei 2021, telah menelan korban atas nama, Mohammad Saber Ibrahim Suleiman. Remaja berusia 15 tahun itu, harus berpulang saat sedang bertani bersama ayahnya yang juga menjadi korban dari serangan. Kabar tersebut telah mendapat konfirmasi dari dokter rumah sakit di Jabali, yang menjadi tempat Mohammad menjalani perawatan. Jika, Mohammad mendapat luka berupa serpihan bom disekujur tubuhnya. Dalam insiden berikutnya, sebuah roket - yang sumbernya belum jelas namun kemungkinan roket dari kelompok perlawanan Palestina yang gagal terbang - menewaskan delapan warga Palestina, termasuk dua anak. Mustafa Mohammad Mahmoud Obaid yang berusia enam belas tahun tewas dalam ledakan itu dan Baraa Wisam Ahmad al-Gharabli yang berusia 5 tahun meninggal karena luka-lukanya kemudian.

Korban Serangan Israel

Ledakan ketiga di Beit Hanoun di tepi timur laut Jalur Gaza, yang terjadi pada hari yang sama, menewaskan enam anak Palestina serta dua orang dewasa. Rahaf Mohammad Attalla Al-Masri yang berusia 10 tahun dan sepupunya Yazan Sultan Mohammad Al-Masri yang berusia 2 tahun, serta Marwan Yousef Attalla al-Masri yang berusia 6 tahun dan kakaknya Ibrahim Yousef Attalla al yang berusia 11 tahun, bersama dengan Hussein Muneer Hussein Hamad yang berusia 11 tahun dan Ibrahim Abdullah Mohammad Hassanain yang berusia 16 tahun termasuk di antara mereka yang terbunuh. Keluarga al-Masri terbunuh saat sedang memanen gandum di ladang di luar rumah mereka dengan anak-anak mereka bermain di dekatnya.

Serangan ke Permukiman Padat

Keesokan harinya, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya tiga anak lagi, setelah pesawat tempur meluncurkan ratusan serangan terhadap daerah-daerah sipil yang padat penduduk di seluruh Jalur Gaza. Lina Iyad Fathi Sharir yang berusia lima belas tahun dan kedua orang tuanya terbunuh ketika pesawat tempur Israel menghancurkan bangunan tempat tinggal berlantai dua di lingkungan Al-Manara di Gaza. Adik Sharir yang berusia 2 tahun, Mina, saat ini berada dalam kondisi kritis dengan luka bakar tingkat tiga di Rumah Sakit Shifa. Dua anak Palestina lainnya - Zaid Mohammad Odeh Telbani yang berusia 4 tahun dan Hala Hussein Rafat Rifi yang berusia 13 tahun - tewas dalam serangan udara malam Israel di Gaza, ketika sebuah pesawat tempur Israel menargetkan bangunan tempat tinggal Salha di lingkungan Tal Al-Hawa. Serangan yang sama menewaskan ibu Telbani, Rima Telbani, yang sedang hamil lima bulan. Miriam, saudara perempuannya yang berusia 2 tahun hilang dan diperkirakan meninggal.

Korban Serangan Israel

Bashar Ahmad Ibrahim Samour yang berusia tujuh belas tahun tewas keesokan paginya di dekat pagar perimeter Gaza di Abasan Al-Jadida. Pasukan Israel, menembak Samour, yang bekerja sebagai petani dan pada saat itu sedang menghubungkan pipa irigasi. Hamza Mahmoud Yassin Ali, 12, terkena pecahan peluru dari rudal drone Israel di lingkungan Shuja'iyya Kota Gaza pada Selasa. Dia meninggal karena luka parah pada Rabu pagi di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza. Rudal lainnya dari helikopter serang Israel menghantam Hamada Attia Abed al-Emour (13), Ammar Tayseer Mohammad al-Emour (10), dan Elyan Moneer Ibrahim al-Emour (12). Hamada dan Ammar tewas di tempat. Elyan, yang terkena pecahan peluru di bagian perut, berada dalam kondisi kritis di rumah sakit Nasser Khan Younis sejak 13 Mei. Serangan udara lain menghantam bengkel mobil di jalan utama Salah al-Din di Gaza, menewaskan Yahya Mazen Shehada Khalifa, 13 tahun. serta melukai puluhan orang dan merusak banyak rumah. Seorang balita berusia 3 tahun, Muhammad et-Tanani, bersama tiga saudara kandungnya, Ethem, 4, Emir, 5, dan Ismail, 6, tewas di Khan Younis. Seorang bayi berusia 5 bulan Muhammed Zeyn el-Attar, dan saudara kandungnya Islam, 5, dan Emire, 6, tewas dalam serangan di wilayah Beit Lahia.

Merenggut 3000 Nyawa Anak-anak

Hingga kini, Hamas yang menjadi tentara militan Palestina, melakukan perlawanan dengan sangat keras atas tindakan Israel yang tidak jelas dasarnya. Selain itu, Pihak kementerian Palestina juga mencatat, jumlah korban anak-anak telah menyentuh 3000 jiwa dalam 20 tahun terkahir. Akibat dari perseteruan antara Israel dan Palestina yang tak kunjung menemui titik temu.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Terpopuler

X