Komentari 'Modyar' dalam Tragedi Kanjuruhan, Admin Twitter Polsek Srandakan Diperiksa Propam

- Senin, 3 Oktober 2022 | 00:44 WIB
Tangkapan layar menunjukkan komentar negatif polsek srandakan bantul
Tangkapan layar menunjukkan komentar negatif polsek srandakan bantul

Jatengpost.com - Dunia persepakbolaan tanah air sedang berduka setelah dilanda bencana dengan menewaskan 150 lebih korban jiwa.

Atas tragedi tersebut, pihak kepolisian jadi sorotan dari berbagai sudut karena dinilai sangat patut disalahkan setelah melemparkan gas air mata ke arah tribun penonton. 

Bukan tanpa alasan, tribun penonton yang terdiri dari berbagai lapis masyarakat, menjadi panik setelah dilempari gas air mata oleh aparat kepolisian.

Baca Juga: Soroti Tragedi Kanjuruhan, Mesut Ozil Doakan Secara Khusus Untuk Para Korban

Karena pelemparan itu, suporter yang berada di tribun berhamburan mencari jalan keluar sehingga terjadi penumpukan massa di pintu 10. Kondisi chaos tersebut disinyalir yang menyebabkan banyak kematian, bahkan tidak hanya karena bedesakan, banyak suporter yang kehabisan oksigen pengaruh gas air mata tersebut. 

Publik yang sedang marah karena tindakan tanpa SOP dari aparat, dibuat semakin kesal dan murka karena komentar negatif dari akun official twitter milik Polsek Srandakan, Kabupaten Bantul

Dalam komentar tersebut, admin @polseksrandakan menulis hal yang sangat tidak pantas dan tanpa empati. Pasalnya @polseksrandakan menulis kata "Modyar" seakan tidak memiliki rasa simpati pada ratusan korban yang meninggal dunia. 

Baca Juga: Link Nonton Film Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia Download Full HD

Tidak berhenti sampai di situ, entah siapa pemegang akun @polseksrandakan, akun tersebut kembali berkomentar "salut sama pak tentara, musnahkan!". Seakan bangga dengan kelakuan aparat yang represif tanpa ampun memukul dan menendang suporter yang berada di dalam lapangan. 

Tangkapan layar yang menunjukkan komentar negatif akun polsek srandakan
Tangkapan layar yang menunjukkan komentar negatif akun polsek srandakan

Kepala Bidang Humas Jogja Police Watch (JPW) DIY, Baharuddin Kamba mengutuk keras komentar tersebut. Menurutnya, jika benar itu merupakan admin dari Polsek Srandakan, perbuatan tersebut sangat lah tidak terpuji.

Baca Juga: Pemilik Madura Utd Fc Dukung Hentikan Kompetisi, Siapa Achsanul Qosasi? Ini Profilnya

“Komentar tak senonoh tersebut tak layak dilontarka. Sebab tak hanya club Aremania FC  yang sedang berduka atas tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, melainkan seluruh rakyat Indonesia yang merasakan duka mendalam atas tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur tersebut,” sesal Kamba, Minggu (2/10).

Kamba menilai tindakan oknum tersebut jelas mencoreng citra kepolisian khususnya Polda DIY maupun Polres Bantul. JPW berharap agar pelaku segera diperiksa oleh Propam Polda DIY untuk diberikan sanksi etik profesi Polri. 

“Jika perlu diberikan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat agar memberikan efek jera bagi pelaku dan anggota polisi lainnya.  Hukum berat saja admin Polsek Srandakan Bantul jika benar melakukan pelanggaran. Karena sungguh sangat memalukan dan tidak memiliki empati sama sekali,” tandas Kamba.

Halaman:

Editor: Anjas Jazuli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X